Tari Barong

Posted on

MasJawa.com – Tari barong di Bali menjadi salah satu tujuan di Indonesia dari sekian banyak wilayah yang begitu banyak menyimpan potensi seni dan wisata, meskipun begitu masih jarang dari kita yang mengetahui sejarah tari barong hingga sekarang.

Ya, tari barong Batubulan memang sangat melekat di kehidupan masyarakat asli Bali, bahkan pamornya sampai menembus kancah mancanegara. Tari ini telah diakui menjadi salah satu khazanah seni dan budaya asli Indonesia yang seringkali digunakan sebagai ikon seni Indonesia di panggung Internasional.

Lalu, bagaimana sejarah tari barong sejak pertama diciptakan hingga terkenal sampai sekarang? Simak ulasan kami selengkapnya.

 

Tari Barong

Jika berbicara tentang tari barong, pasti yang pertama kali terbayang di pikiran kita adalah peran penari dengan topeng yang menyeramkan. Serta makhluk mitologi barong itu sendiri yang lebih mirip seperti monster. Banyak sejarah tari barong yang beredar luas di kalangan masyarakat.

tari barong Bali
Kera dalam tari barong Bali

Ada yang menyebutkan bahwa seni tari ini adalah satu bentuk karya seni saduran dari tari barongsai yang terkenal di negeri Tiongkok. Tapi, menurut penuturan beberapa sejarawan, mereka mengatakan bahwa sebenarnya sejarah tari barong telah dimulai sejak jauh di masa silam dari kebudayaan masyarakat Austronesia.

 

Sejarah Tari Barong

Banyak versi di masyarakat tentang kisah yang digambarkan dalam pertunjukkan tari barong. Namun secara eksplisit, tarian ini adalah bentuk lukisan perang antara yang baik dan yang jahat, sebuah kisah yang klise memang.

Namun, ada sebagian masyaratakat yang mempercayai bahwa sejarah tari barong ini berasal dari pengabadian cerita suci yang benar-benar terjadi di masa lampau. Yakni kisah tentang sosok Bathara Pancering Jagat beserta istrinya Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar.

Ditambah dengan kepercayaan masyarakat Hindu yang menuturkan bahwa sejarah tari barong diangkat dari kisah perjalanan sang Dewa Siwa dalam upaya pencarian istrinya Dewi Uma.

 

Tari Barong Bali

Umumnya pertunjukan tari yang sudah ada semenjak masa pra-Hindu Bali ini mempertontonkan tingkah seekor hewan mitologi, berkaki empat dan berwajah menyeramkan. Bentuk barong sendiri juga bukan hanya satu jenis saja, melainkan ada beberapa jenis barong yang sering ditampilkan yakni, barong babi, barong ket, dan barong lindung.

Dari segi bahasa, barong berasal dari bahasa sansekerta, yakni Bahrwang atau yang berarti beruang. Menurut kepercayaan masyarakat Bali, bahrwang adalah hewan yang memiliki kekuatan energi supranatural atau hewan mistis yang melindungi masyarakat dari energi negatif roh-roh jahat yang mengancam.

Sosok Barong, sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bali tersebut selalu menjadi peran tokoh protagonis yang memberikan perlindungan dari serangan tokoh jahat, yakni yang disebut Rangda. Rangda umumnya berwujud perempuan yang mirip seperti raksasa atau buta, yang dalam bahasa sansekerta disebut juga dengan istilah juga dengan istilah yaksa.

tari barong
Penampilan tari barong Bali

Sosok Rangda identik dengan sosok yang menyeramkan, bertubuh besar, taring serta kuku-kuku tajam dan panjang seperti pedang. Kita Terlepas dari itu semua, kita tentu tau bahwa tari barong berasal dari daerah mana.

 

Tokoh Tari Barong di Bali

Barong Ket atau barong keket umumnya berbentuk paduan dari hewan singa, macan, dan sapi. Ini adalah jenis topeng yang sering kali dikenakan oleh para penari utama dalam sajian pertunjukan tari barong.

Selanjutnya adalah barong Bangkal, atau yang juga sering disebut dengan barong babi/celeng. Sama seperti dengan sebutannya, jenis barong yang satu berbetunk mirip seekor bengkul atau babi besar yang berumur tua. Pertunjukan tarian dengan barong bangkal atau barong babi ini umumnya digunakan untuk acara ritual seperti ruwat desa.

Dimana barong tersebut akan diarak keliling kampung, tujuannya untuk tolak balak menurut kepercayaan mereka. Selain itu masih ada jenis barong lainnya seperti barong macan, yang berbentuk macan. Keperluannya juga sama, umumnya diarak mengelilingi desa atau wilayah tertentu pada hari-hari yang dianggap keramat bagi masyarakat.

 

Tokoh Tari Barong Lainnya

Kemudian ada juga barong Lindung. Barong lindung tak seperti jenis barong sebelumnya. Kalau barong yang satu ini tidak seperti hewan, tapi bentuknya lebih mirip seperti boneka ondel-ondel khas Jakarta.

Barong Landung ini khusus diguanakan untuk menceritakan kisah seorang raja Bali masa lampau yang dikenal dengan sebutan Raja Jaya Pangus. Ia ingin mempersunting putri cantik dari negeri Tiongkok, cintanya terlaksana namun dari pernikahannya Jaya Pangus tak memperoleh keturunan.

Kisah hidup Jaya Pangus di abadikan dalam tari barong yang menggunakan barong jenis Landung.

 

Rangda

Ada barong pasti ada Rangda. Ya! Rangda adalah sesosok makhluk yang tadi telah sedikit kita sebutkan cirinya. Rangda ini menurut kepercayaan masyarakat Bali adalah sesepuh atau raja dari semua Leak.

sejarah tari barong
Sosok Randa pada tari barong Bali

Rangda dikisahkan sebagai seorang wanita penyihir yang sangat jahat. Ia gemar menculik anak kecul untuk dijadikan mangsanya. Ia juga yang bersikeras mengerahkan banyak pasukan penyihir-penyihir hitam untuk bersama menumpas barong. Tak berbeda dengan barong, Rangda juga terbagi menjadi beberapa jenis yang berbeda.

Setidaknya ada 3 jenis Rangda yang sering dipentaskan, yakni Rangda Nyinga dengan topeng berbentuk singa. Rangda Nyeleme, Rangda yang berwujud manusia. Rangda Yaksa atau Raksasa yang sering kita lihat wujudnya di setiap pertunjukkan. Jenis yang terakhir inilah yang merupakan gambaran umum dari sosok Rangda sebenarnya.

 

Seni Pertunjukan Tari Barong

Selain menampilkan kedua tokoh di atas, tari barong Bali umumnya juga dilengkapi dengan tokoh-tokoh pendukung lainnya. Beberapa diantaranya adalah tokoh prajurit kera pasukan dari sang raja kera yang berperan membantu Barong, ada juga dari tokoh pewayangan yakni dewi Kunti serta Raden Sadewa yang merupakan saudara bungsu pandawa pada tokoh pewayangan.

  • Dalam tariannya, tak ketinggalan juga para pengikut-pengikut Rangda yang terdiri dari para pasukan penyihir dan raksasa.
  • Tari barong Bali semakin terlihat menarik dengan iringan gamelan khas Bali yang terkenal dengan nada dan irama musiknya yang atraktif serta dinamis.
  • Dalam penyajiannya tari Bali ini dipisahkan dengan beberapa chapter atau babak yang berbeda.
  • Dari keseluruhan babaknya, sajian dalam tarian biasanya tiap babaknya tak lebih dari 60 menit, atau sekitar durasi satu jam.
  • Dalam perkembangannya, untuk semakin menarik minat dan antusiasme para penonton, ditambahkan beberapa adegan tambahan yang sebelumnya tidak ada. Misalnya seperti atraksi tari keris yang biasanya dilakukan oleh para pengikut Rangda.
  • Tari keris ini sifatnya mirip seperti debus. Para penari akan menghujamkan keris-keris tajam ke tubuhnya.

Namun, sama sekali tak ada diantara mereka yang terluka. Selain itu ada juga selingan-selingan adegan komedi nan kocak. Adegan-adegan lucu ini menurut data sejarah tari barong di mulai sejak masa pemerintahan raja kaalungkung pada awal abad 19. Dimana sang raja meminta satu pertunjukan tari  dengan memasukkan tokoh pasukan kera.

Pasukan kera inilah yang memeragakan adegan-adegan kocak dalam sajian tari barong Bali. Hal itu tentu semakin menambah keunikan tari yang satu ini, dimana unsur mistisme digabungkan dengan sangat apik dengan unsur-unsur kocak yang humoris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *